√ 7 Cara atau Teknik Membaca Geguritan yang Baik & Benar

Bagaimana cara membaca Geguritan yang benar? Kamu akan temukan teknik membaca Geguritan yang baik dan benar di artikel ini. Kamu akan jadi pembaca Geguritan terbaik setelah ini.

Karena di sini akan saya jelaskan apa saja teknik yang harus digunakan ketika membaca Geguritan agar lebih baik.

Setidaknya, kamu akan belajar tentang hal berikut ini:

  • Apa itu Geguritan
  • Cara mengatur mimik muka yang benar saat baca Geguritan
  • Intonasi suara saat baca Geguritan, dan
  • Hal teknis ketika baca Geguritan

Kita mulai dari poin pertama.

Apa itu Geguritan?

Dalam Kamus Umum Indonesia dijelaskan bahwa geguritan itu berasal dari kata gurit artinya sajak atau syair” (Poerwadarminta, 1986: 161).

Sedangkan dalam Kamus Kawi Indonesia diungkapkan “gurit artinya goresan, dituliskan”.

Secara umum, geguritan dapat diartikan sebagai seni atau sastra puisi yang dituliskan dengan bahasa Jawa dan biasanya dibacakan atau dituturkan dengan tembang yang indah.

Teknik Membaca Geguritan yang Baik

Membaca Geguritan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Apalagi dalam sebuah lomba, perlu teknik yang bagus agar bisa menjadi juara. Kamu mungkin bisa coba beberapa teknik membaca Geguritan berikut:

1. Buat Ekspresi Wajah yang Menjiwai Geguritan

Ekspresi merupakan pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Sedangkan mimik adalah gerak air muka yang digambarkan oleh pembaca geguritan.

Untuk membuat mimik wajah yang bagus dan pas dengan apa yang dibaca, kamu perlu membaca Geguritan itu berkali-kali. Atau kamu lakukan hal ini:

  • Baca beberapa kali Geguritan nya
  • Pahami setiap barisnya
  • Cari makna disetiap kalimatnya
  • Sesuaikan dengan perasaan kamu
  • Coba kamu lakukan di depan cermin

2. Kejelasan Artikulasi

Artikulasi merupakan ketepatan dalam melafalkan kata-kata dalam penyampaian geguritan.

Artikulasi menjadi bagian paling penting dalam pembacaan Geguritan. Bacaan kamu akan terasa aneh jika artikulasi nya tidak tepat. Pastikan kamu membaca Geguritan dengan artikulasi yang jelas untuk setiap katanya.

3. Timbre

Timbre merupakan warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya. Setiap orang punya warna suara yang berbeda. Namun warna suara membaca Geguritan itu bisa disamakan dengan timbre yang sama.

Coba lihat bagaimana cara pembaca Geguritan membacakan Geguritan. Praktekan sendiri bagaimana cara mereka melakukannya.

4. Intonasi Suara

Bagian lain yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan ketika membaca Geguritan adalah intonasi. Intonasi membaca Geguritan harus dibuat mengalun sesuai dengan alur bahasanya.

5. Kinesik

Kinesik merupakan gerak anggota tubuh untuk menggambarkan isi dari geguritan tersebut. Kamu harus menggunakan kinestik yang menarik ketika membaca Geguritan.

Gerakan tubuh kamu sesuai dengan cerita yang terkandung dalam Geguritan yang kamu baca. Gerakan tangan dan tubuh kamu, ekspresikan apa yang ada dalam Geguritan .

6. Irama Puisi

Irama puisi ini artinya panjang pendek, keras lembut, tinggi rendah nya suara. Pembaca puisi yang baik harus bisa menggunakan irama yang bagus.

Artinya, dia harus tahu kapan harus menggunakan nada tinggi atau nada lembut. Ini harus disesuaikan dengan cerita dalam Geguritan yang ditulis.

7. Mengatur Pernafasan

Pernafasan harusnya diatur dengan baik dan jangan tergesa-gesa dalam pengucapan nya. Ketika seseorang membaca Geguritan dengan tergesa-gesa maka pernafasan nya akan terganggu.

Terlebih, Geguritan yang mereka bacakan akan terdengar aneh dan tidak nyaman untuk didengar.

Untuk atasi hal ini, kamu harus membuat diri kamu tenang terlebih dahulu. Kemudian tarik nafas perlahan dan lepaskan perlahan. Setelah tenang baru kamu mulai membaca Geguritan .

Akhir Kata

7 teknik membaca Geguritan ini hanya teknik dan cara saya dan kebanyakan orang saja. Kamu bisa gunakan teknik kamu sendiri yang menurut kamu baik.

Semoga membantu buat kamu yang memang sedang mencari informasi menarik seputar Geguritan. Jangan lupa share artikel ini.

Artikel Menarik Lainnya: