Unsur Kebahasaan Teks Berita Dan Contohnya [Lengkap]

Unsur Kebahasaan Teks Berita dan Contohnya [Lengkap]

Unsur Kebahasaan Teks Berita

Unsur kebahasaan teks berita dan contohnya terdiri dari kata keterangan, kata kerja transitif, verba pawarta, kata langsung, bahasa baku, kata kerja mental, dan konjungsi temporal.

Penggunaan kaidah kebahasaan dalam teks berita yang lengkap maka akan membuat isi berita menjadi lebih mudah dipahami oleh pembacanya. Dengan penggunakan bahasa tersebut, berita yang ditulis juga akan lebih bersifat komunikatif.

Apa yang Dimaksud Unsur Kebahasaan Teks Berita?

Unsur kebahasaan teks berita dan contohnya adalah unsur-unsur penggunaan bahasa yang seharusnya ada dalam teks berita yang ditulis.

Tanpa adanya penggunaan unsur kebahasaan tersebut maka akan membuat teks berita menjadi kurang bagus untuk dibaca.

Semakin banyak unsur kebahasaan teks berita yang digunakan maka akan semakin bagus isi berita yang kamu buat.

Unsur Kebahasaan Teks Berita dan Contohnya

Terdapat beberapa Unsur kebahasaan teks berita dan contohnya yang harus kamu ketahui, yaitu:

1. Kata Keterangan

Pertama, unsur kebahasaan teks berita yaitu memuat penggunaan kata keterangan. Contohnya, yaitu memuat penggunaan kata keterangan waktu dan tempat.

Jadi, di bagian awal paragraf pembuka terdapat pernyataan berupa kata keterangan berupa tanggal pembuatan berita, tanggal kejadian, atau dimana terjadinya peristiwa tersebut.

Dengan adanya penggunaan kata keterangan tersebut maka akan memberikan kemudahan kepada para pembacanya untuk mengetahui terlebih dahulu dimana dan kapan peristiwa tersebut terjadi.

2. Kata Kerja Transitif

Berikutnya, unsur kebahasaan teks berita yaitu memuat kata kerja transitif atau kata kerja aktif. Kata kerja ini memuat penulisan SPOK dimulai dari Subjek dan Predikat diikut dengan Objek dan Keterangan.

Ciri-ciri penggunaan kata kerja transitif ini menggunakan kata kerja yang diawali dengan awalan me-. Contohnya yaitu kata membaca, mencuci, mengepel, menggambar, dan menutup.

3. Verba Pawarta

Verba pawarta ialah salah satu jenis verba yang merupakan kata kerja untuk menggambarkan suatu perbuatan, proses, dan suatu keadaan. Contoh dari verba pawarta yaitu mengatakan, memaparkan, menjelaskan,menuturkan, memberitakan, menyampaikan, dan lainnya.

Dengan adanya kata kerja Pawarta tersebut maka pembaca memang benar-benar dapat memahami isi dari berita tersebut.

4. Kata Langsung

Berikutnya, unsur kebahasaan teks berita dan contohnya yaitu memuat penggunaan kata langsung yang ditandai dengan adanya penggunaan tanda petik dua (“). Umumunya, penggunaan kata langsung dalam sebuah teks berita digunakan untuk mengungkapkan berita dari narasumbernya langsung.

Dengan adanya penggunaan kata langsung tersebut maka dapat membuat pembaca menjadi semakin yakin dengan apa yang disampaikan oleh penulis berita.

Kalimat langsung tersebut menandakan bahwa penulis berita memang benar-benar sudah mengambil data dari pihak yang terpercaya.

5. Bahasa Baku

Dalam penulisan berita, seorang penulis juga disarankan untuk menggunakan bahasa yang baku atau formal. Jadi, penulisan teks berita sesuai dengan kode etik penulisan yang tepat memang menggunakan bahasa baku.

Tujuannya memang teks berita ini disampaikan dengan nada bahasa yang resmi, bukan seperti dalam situasi yang santai.

Jadi, penulisan berita ini seperti menyampaikan berita secara formal dalam bentuk tulisan.

Contoh penggunaan kata baku yaitu, Anda, Beliau, Saya, Mengerjakan, Menyampaikan, Berpendapat, dan lainnya.

6. Kata Kerja Mental

Terdapat pula penggunaan kata kerja mental dalam menuliskan teks berita. Kata kerja mental ialah verba yang digunakan untuk menyampaikan penggunaan kata kerja yang dilakukan berdasarkan pemikiran, bukan berdasarkan tindakan.

Contoh kata kerja mental yaitu berpendapat, menyampaikan, memikirkan, membayangkan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

7. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal merupakan kata hubung yang menandakan hubungan waktu. Contoh konjungsi temporal yaitu ketika, sesudah, sebelum, setelah itu, kemudian, dan yang lainnya.

Jadi, penggunaan konjungsi temporal ini memang benar-benar cukup penting untuk menandakan hubungan waktu.

Dengan penggunaan bahasa temporal tersebut maka pembaca akan merasa pembahasannya lebih komunikatif.

8. Bahasa Denotatif

Selanjutnya, unsur kebahasaan teks berita juga menggunakan bahasa yang denotatif atau bahasa sebenarnya. Bahasa denotatif ialah bahasa yang makna katanya sebenarnya, bukan makna kiasan.

Dengan menggunakan bahasa yang denotatif tersebut maka membuat berita yang disampaikan sangat jelas dengan bahasa yang singkat. Oleh karena itu, tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit.

9. Konjungsi Penerang

Terakhir, dalam unsur kebahasaan teks berita dan contohnya juga terdapat penggunaan konjungsi penerang. Dengan begitu maka isi dalam teks berita memang menjadi semakin jelas.

Adanya konjungsi penerang juga dapat membuat pembaca menjadi lebih yakin mengenai apa yang disampaikan oleh penulisnya.

Contoh penggunaan konjungsi penerang yaitu bahwa, bahkan, yakni, ialah, adalah, dan lainnya.

Seorang guru Bahasa Indonesia yang kebetulan suka membaca novel dan mencurahkannya ke dalam tulisan.

Artikel Menarik Lainnya: